Sesuluh Idup

About

arlash

arlash

Arlash

Dapat gambarkan diri saya adalah seorang yang haus akan informasi dan gemar belajar dari orang-orang yang saya anggap mampu meberikan saya pencerahan dan jalan keluar atas apa yang menjadi pencarian dan pertanyaan saya.

Beberapa saat sebelum Blog ini dibuat, saya membaca sebuah artikel yang intinya mengatakan “ikuti, jangan kau tiru”, “jangan terlalu dekat dengan sang Guru, karena ini akan membuatmu merasa setara dengannya bahkan lebih baik, karena Guru dalam kesehariannya akan ‘tampak’ melakukan hal yang sama denganmu, padahal itu tidak benar”.

Kata-kata ini menjadi titik tolak yang menyadarkan saya, karena selalu berharap bisa meniru apa yang mampu dilakukan orang yang saya kagumi (mungkin seorang Guru, Master atau orang hebat lainnya), karena di dalam meniru terdapat sebuah keharusan bahwa kita memiliki kemampuan yang sama dengan orang yang kita tiru.

Berbeda halnya dengan kata mengikuti, yang berarti patuh mengikuti guide line dari lebih tahu, dan kita tidak harus setara dengan yang akan kita ikuti. Malah akan semakin bagus kalau kita berserah diri kepada yang lebih tahu, menganggap diri kita bukan apa-apa ketimbang dirinya dan menundukkan kepala dalam-dalam, karena sejauh itulah dia akan mengangkat kita dan mendidik kita. Wah, kata-kata ini sangat menyentuh hati.

Semoga kebaikan selalu datang dari berbagai arah.

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: