Sesuluh Idup

9 February 2009

KUALIFIKASIMU MENJATUHKANMU

Filed under: Tutur — sesuluh @ 10:34
Tags: , , , ,

Bapak-bapak dan Ibu-ibu.., pada tanggal 5 Februari 2009, di Slipi, Jakarta ini, mari kita manfaatkan kesempatan bertemu dan berkumpul malam ini di sini, untuk membicarakan sesuatu yang paling tidak sedikit dapat kita harapkan akan bermanfaat bagi diri kita semua.

Kita mulai bercerita-cerita mengenai bagaimana pentingnya agar kita mengerti bahwa setiap orang itu diberikan kemampuan lebih oleh Tuhan YME. Tetapi…, bagi orang kebanyakan, kemampuan lebihnya itu tidak dikenalinya sehingga kemampuan lebih itu bersembunyi. Setelah ia bersembunyi, lama-lama  kemampuan lebih tersebut akan tersembunyikan oleh kebiasaan-kebiasaan buruk kita sehingga akhirnya dia menjadi hilang. Baik  dia sendiri  maupun orang lain, tidak mengenali lagi keberadaan kualifikasi indah itu.

Lebih jauh ada yang lebih menarik lagi dan yang banyak terjadi pada diri orang bahwa mereka mengenali dirinya memiliki kemampuan lebih, kemampuan indah atau kualifikasi bagus, bahkan kualifikasi yang ekstra  hebat tetapi ternyata tanpa sadar mereka mempergunakannya untuk menjatuhkan dirinya sendiri. Salah mempergunakan atau mengarahkan kualifikasi dirinya, biasanya karena tidak ada bimbingan yang benar dan bijaksana. Kapan seseorang mengakui dirinya hebat, maka tanpa disadari dia sudah mulai meniti tangga turun dan bukan tangga naik, bukan lift  yang naik, melainkan ia mencet tanda panah turun lift itu, sehingga ia memang dibawa turun alias jatuh dari sifat-sifat mulianya. Oleh karena itu, diperlukan tuntunan untuk memberikan arah yang benar kepada dirinya, dan tuntunan itu selalu tidak datang dari orang yang sejajar dengan dirinya, tetapi harus dari orang yang lebih bijaksana dari dirinya sendiri.  Tuntunan itu ya harus dari orang yang tidak buta seperti diri kita. Kalau kita umpamakan diri kita sebagai orang buta, maka tuntunan yang kita hendaknya cari haruslah tuntunan dari orang yang tidak buta.  

 

Kapan kita beruntung mendapatkan penuntun yang tidak buta, maka pada saat itulah kemampuan lebih kita itu akan  mengantarkan kita kepada tangga yang naik, akan mengantarkan diri kita kepada jalan yang terang, kepada  keinsafan diri. Nah kapan kita dapat penuntun yang baik, maka kita akan mengenali diri kita lebih dari pada yang kita perkirakan sebelumnya. Karena sorang guru penuntun akan mampu melihat kualifikasi indah kita double dan triple dari pada apa yang kita lihat  terhadap diri kita sendiri. Disinilah kita memerlukan tuntunan untuk mengenali kemampuan-kemampuan  ekstra yang kita miliki dan bagaimana supaya kemampuan lebih itu tidak menjatuhkan diri kita. Itulah antara lain salah satu alasan mengapa orang memerlukan bantuan bimbingan atau tuntunan spiritual.

Banyak orang yang memiliki kemampuan ekstra , tanpa ia sadari dirinya akhirnya menjadi bangga berlebihan atau bahkan menjadi sombong. Akhirnya lebih jauh lagi  mereka tidak akan mengakui Tuhan. “Saya hebat, Tuhan itu hanya ciptaan orang,” Para pendeta, yogi-yogi yang dahulu itu, mereka semua hanya bermimpi dan akhirnya mereka “membuat” Tuhan. Jadi Tuhan itu buatan orang-orang suci jaman dahulu yang tidak pernah “baca Koran”, tidak tahu “internet”.

Sesungguhnya, sangat banyak hal atau rahasia yang bisa dikuak oleh seorang pembimbing spiritual. Misalnya kalau kita ambil satu perumpamaan BUAH, Banyak hal yang bisa dikupas dan dimunculkan oleh pembimbing yang baik yang pas. Didalam diri kita, sangat banyak tersembunyi kualifikasi indah yang bisa dikuak oleh beliau. Tabir-tabir itu akan terbuka … terbuka dan akhirnya kita menyadari bahwa  segala kemampuan lebih yang kemarin-kemarin itu kita banggakan secara berlebihan, ternyata tidak ada artinya sama sekali.

Ya…, ternyata kita salah membanggakan  diri berlebihan. Ternyata banyak juga kemampuan yang kita anggap kualifikasi bagus untuk diri kita, tetapi sesungguhnya semua itu adalah kekurangan diri kita. Setelah kita mengenali lebih jauh, ternyata kita memiliki banyak kekurangan. Ketika pada akhirnya kita menemukan diri kita memiliki banyak kekurangan. Maka pelan-pelan keakuan palsu kita menjadi turun. Nah ketika keakuan palsu kita turun, maka saat itulah spiritual kita akan naik Bersamaan dengan turunnya ego kita perlahan-lahan, begitu pula pelan-pelan spiritual itu naik. (bersambung)

HDNET – Darmayasa

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: